Training Auditor Energi, Survei Lapangan (2)

Kali ini kita akan membahas materi pelatiahan tentang kompetensi inti kedua yang harus dimiliki oleh seorang auditor energi, baik auditor energi industri maupun auditor energi bangunan gedung. Yaitu melakukan survey lapangan.

Klik disini untuk daftar eourse nya.

Training auditor energi, SURVEI LAPANGAN

Survei lapangan dilakukan dalam rangka pengumpulan data, baik data primer ataupun sekunder. Teknik yang digunakan bisa dengan cara mengamati, mencatat, mengukur, melakukan wawancara atau diskusi dengan operator. Data yang dikumpulkan bisa berupa laporan audit sebelumnya, pengukuran langsung dengan peralatan yang dibawa auditor (data primer), logbook, logsheet dan catatan lain yang relevan dengan tujuan audit.

survei training auditor energi bnsp

Aktivitas pengumpulan data dapat dibangun dari beberapa pertanyaan dasar seperti apa, di mana dan bagaimana (W2H).

Apa (What) :

  • Sumber energi yang digunakan
  • Teknologi pemanfaat energi
  • Parameter yang mempengaruhi kinerja operasi dan pemakaian energi
  • Manfaat peningkatan energi

Dimana (Where)     :

  • Energi digunakan
  • Pemakai energi terbesar
  • Peluang perbaikan efisiensi

Bagaimana (How ) :

  • Kondisi fisik instalasi pemanfaat energi,
  • Pengelolaan energi
  • Cara meningkatkan efisiensi energi
  • Langkah penghematan energi yang diperlukan

Data primer berupa pengukuran langsung dimaksudkan untuk mengetahui kondisi operasi aktual dan mengetahui ada tidaknya penyimpangan kinerja penggunaan energi. Kegiatan pengumpulan data primer ini biasanya diawali dengan walk-through ke lapangan untuk mengetahui kondisi operasi peralatan penggunaan energi serta menentukan titik titik pengukuran yang diperlukan.

Dalam pengumpulan data primer ini, perlu juga melakukan wawancara dengan operator, pihak manajemen atau penanggung jawab energi menyangkut kegiatan pola pengoperasian peralatan atau pabrik secara keseluruhan, modifikasi yang mungkin pernah dilakukan, dan informasi lain yang relevan dengan kegiatan audit energi.

Berikut ini adalah 3 kompetensi atau ketrampilan yang dibutuhkan dalam melakukan tugas dan fungsi survey lapangan;

  1. Mengevaluasi manajemen energi pada organisasi

Yang dilakukan adalah mengidentifikasi dan mengevaluasi sistem manajemen energi beserta penerapannya. Sistem manajemen energi dibangun berdasar prinsip perencanaan, pelaksanaan, pengecekan dan penyesuaian, dalam upaya untuk perbaikan kinerja energi yang berkelanjutan.

Diagram alir sistem manajemen energi

training auditor energi pada sistem manajemen energi

Untuk keperluan identifikasi dan penerapan sistem manajemen organisasi, dapat digunakan formulir evaluasi manajemen energi yang berisi 25 daftar pertanyaan untuk mengukur pencapaian atau kemajuan program manajemen energi suatu perusahaan atau organisasi. Pendekatan yang digunakan untuk mengengetahui dan mengevaluasi penerapan sistem manajemen energi suatu perusahaan yang mencakup enam isu krusial menajemen energi seperti kebijakan menajemen energi, organisasi, motivasi staf, sistem informasi (pemantauan/pelaporan), pemasaran (kesadaran/pelatihan, promosi), dan investasi. Hal ini akan dijelakan secara lebih detail pada bab tersendiri tentang sistem manajemen energi.

  1. Melakukan verifikasi data audit energi, baik data primer maupun sekunder

Validasi dan verifikasi data primer dapat dilakukan dengan berpedoman pada data performance test, standar yang ada, teori atau spsifikasi desain. Sedangkan data sekunder diverivikasi dengan cara bertanya dan berdikusi dengan berbagai pihak di perusahaan, baik level manajemen ataupun operator. Auditor yang berpengalaman dapat dengan cepat menilai data yang diperoleh telah sesuai, masuk akal atau tidak.

  1. Mengklarifikasi hasil survei auditor energi

Dua level keterampilan yang diperlukan oleh auditor energi dalam mengklarifikasi hasil survei adalah kemampuan berkomunikasi yang baik dan pengetahuan yang cukup tentang peralatan atau sistem yang diamati.

Di dalam training auditor energi ini, survei lapangan dilakukan dengan melakukan kunjungan langsung ke laboratorium tempat praktek dimana terdapat peralatan yang biasa terdapat dalam sebuah pabrik/industri seperti boiler, generator atau steam turbine. Atau bisa juga langsung mendatangi pabrik untuk paket training tertentu.